7 Jenis Olahraga Squat dan Guideline

7 Jenis Olahraga Squat dan Guideline

7 Jenis Olahraga Squat dan Guideline  – Squat adalah salah satu jenis latihan olahraga ringan di rumah untuk menambahkan kebugaran dan membentengi otot. Nah, ada beberapa jenis gerakan squat yang dapat Anda lakukan untuk menambahkan variasi latihan.

7 Jenis Olahraga Squat dan Guideline

7 Jenis Olahraga Squat dan Guideline

Apa itu squat?
Squat adalah latihan fisik yang dengan cara ditekuknya kaki sampai mirip seperti berjongkok atau duduk di sebuah kursi.

Manfaatnya squat adalah memperkuat otot inti tubuh seperti paha depan dan belakang, betis, punggung, dan bokong.

Kelompok otot ini sangat berperan penting dalam membantu Anda melakukan kegiatan sehari-hari seperti menaiki tangga, berjalan, atau membawa beban berat.

Oleh karena itu, rutin melakukan olahraga squat dapat membantu meningkatkan mobilitas fisik dan menjaga tubuh tetap kuat pada saat bertambahnya usia.

Jenis-jenis gerakan squat
Nah, untuk Anda yang ingin melakukan squat latihan, ada beberapa gerakan jenisnya yang perlu Anda ketahui. Berikut panduan mencobanya.

1. Basic squat
squat

Jenis gerakan squat yang pertama harus Anda ketahui adalah squat basic atau squat dasar untuk kekuatan otot. Bagaimana cara melakukan gerakan squat ini cukup sederhana. Berikut ini panduannya.

Buka kaki selebar bahu dan jaga posisi tubuh tetap tegap.
Tekuk lutut Anda perlahan, pastikan tubuh tidak condong ke depan.
Letakkan kedua tangan di depan.
Turunkan badan perlahan sambil menarik napas.
Selanjutnya, ke posisi awal sambil tetap menjaga badan dan punggung tegak.
2. Back squat
illustration back squat

Back squat merupakan salah satu gerakan squat yang dilakukan menggunakan bantuan barbel. Gerakan squat ini berguna untuk melatih kekuatan otot inti badan bagian atas dan bawah.

Mengutip American Council on Exercise, berikut ini beberapa langkah back squat yang baik.

Berdiri dengan kedua kaki selebar bahu.
Naikkan barbel dan lewatkan pada bahu Anda dan pegang kuat dengan dua tangan menekuk.
Turunlah badan Anda perlahan ke atas dan bebunkan semua beban badan di paha.
Perhatikan agar tubuh tetap tegak.
Kembali seperti awal dalam perlahan-lahan.
Ulangkan langkah tersebut selama 2 – 3 kali atau sesuai kemampuan.

Artikel terkait

manfaat-squat-saat-hamil
Prenatal

Manfaat Squat Saat Hamil dan Panduan Aman Melakukannya

Akan bergerak tapi bingung olahraga yang tepat untuk ibu hamil? Selain senam dan yoga, ibu dapat mencoba squat saat hamil yang memiliki lebih dari satu manfaatnya. Gerakan ini dapat meningkatkan proses persalinan ibu juga di masa mendatang. Sebelum dicoba, dengarkan penjelasan manfaat squat dan cara melakukannya yang aman dan nyaman waktu hamil, ya! Apa saja manfaat squat saat hamil? Squat adalah

 

3. Dumbbell squat
Seperti dalam nama itu, jenis squat ini melibatkan support dumbbell dalam makna memperkuat movement squat.

Dumbbell squat bisa berfaedah dalam meningkatkan kekuatan otot lengan serta bahu. Ikutilah pedoman berikutnya.

Tekan dua butiran dumbell.
Letakkan atau atur sebelah ujung dumbbell di depan bahu atau dekat dagu.
Pastikan sudut tubuh dan pandang lurus ke hadapan.
Sambil menyesuaikan posisi itu, tekuk kaki dan rendahkan badan ke bawah.
Tahan beberapa saat dan kembali pada awalnya.
Ulangi gerakan itu sebanyak 8 kali dengan repetisi 2 – 3 kali.

 

Baca Juga : Cara Plank yang Tepat untuk Meraih Hasil Workout Terbaik 

4. Plie squat
plie squat

Salah satu jenis gerakan squat yang Anda boleh cuba lagi adalah plie squat. Senaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan dumbbell atau kettlebell. Berikut cara melakukan gerakan plie squat.

Buka kaki lebih luas dari bahu, taruh jari kaki ke arah lawan.
Genggam sisi ujung alat dumbbell dengan tangan kedua.
Tempatkan dumbbell atau kettlebell di hadapan, yaitu di antara dua kaki terbuka luas.
Turunkan bokong dan pinggul Anda ke bawah secara bertahap sampai dumbell atau kettlebell menempel pada lantai.
Balik lagi ke posisi asli secara bertahap.
Ulangi gerakan ini selama sekitar 5 kali dengan 2 – 3 kali repetisi.
5. Split squat
split squat

Meski namanya adalah split squat, tidak perlu membuka sebelah kemihingga semacam split lantai sebelah itu.

Dalam contoh ini squat Anda hanya memerlukan menggerakkan kaki satu. Ini berguna untuk mencetak otot kaki. Berikut adalah cara melakukannya.

Berdiri pada sisi kaki yang lebih lebar, satu di hadapan dan satu di belakang.
Letakan salah satu tangan menekuk di depan dada dan letakan tangan lainnya di samping.
Tekuk kedua lutut secara perlahan hingga lutut kaki bagian belakang menyentuh lantai dan jari kaki menekuk.
Tumpukan seluruh berat tubuh Anda ke kaki bagian depan.
Tahan posisi ini selama beberapa detik.
Kembali ke posisi awal secara perlahan.
Lakukan langkah ini secara bergantian pada masing-masing kaki selama 8 – 15 kali pengulangan, atau sesuai dengan kemampuan Anda.

6. Bulgarian split squat
bulgarian split squat

Satu dari variasi squat lain yang Anda bisa mencoba adalah bulgarian split squat. Gerakan ini sangat hampir dengan split squat, hanya saja Anda meletakkan salah satu kaki di atas bench.

Berikut cara melakukan gerakan bulgarian split squat.

Letakkan satu kaki di depan dan kaki yang satunya di belakang dengan berdada di atas bench.
Kaki bagian depan harus cukup jauh dari kaki bagian belakang untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Tekuk kedua lutut Anda perlahan-lahan.
Jaga punggung Anda tetap tegak dan pandangan lurus ke arah depan.
Lakukan gerakan ini berulang pada masing-masing kaki secara bergantian, sebanyak 8 – 15 kali pengulangan, untuk membuat otot tubuh bagian bawah.

7. Squat jump
squat jump

Squat jenis selanjutnya yang Anda harus kenal adalah squat jump. Latihan ini dapat berguna untuk melatih kekuatan otot dan persendian badan, terutama bagian kaki.

Berikut ini pandangan melakukan gerakan squat jump.

Berdiri dengan kaki dibuka lebar.
Tekuk kedua tangan dan letakkan di belakang kepala.
Tekuk kedua lutut hingga posisi paha sejajar.
Angkat badan atau lompat sepanjang bisa Anda dengan mendorong ujung kaki.
Mendaralah kembali dengan posisi jongkok seperti semula.
Lakukan berulang sesuai kemampuan Anda.
Saat melakukan gerakan ini squat, jangan menghantapkaki terlalu keras. Berusaha mendaratlah perlahan di tengah kaki atau jari kaki terlebih dahulu, baru disusul oleh tumit kaki.

Nah, itulah beberapa jenis squat yang dapat Anda coba sebagai variasi latihan tubuh untuk meningkatkan kebugaran tubuh.

Olahraga yang Bermanfaat bagi Tumbuh Kembang Anak

Olahraga yang Bermanfaat bagi Tumbuh Kembang Anak

Olahraga yang Bermanfaat bagi Tumbuh Kembang Anak – Ayah dan ibu tentunya ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan kuat. Selain memastikan asupan makanannya optimal, anak Anda juga harus diajarkan aktif sejak dini. Ya! Kabar baiknya adalah Anda tidak pernah terlalu muda untuk mulai berolahraga. Lalu apa saja manfaat olahraga bagi anak dan olahraga apa saja yang baik untuk anak Anda?

Olahraga yang Bermanfaat bagi Tumbuh Kembang Anak

Olahraga yang Bermanfaat bagi Tumbuh Kembang Anak

Manfaat olahraga bagi anak
liveweek – Menurut IDAI (Ikatan Dokter Indonesia), anak setidaknya membutuhkan 60 menit aktivitas fisik yang bervariasi dan menyenangkan dengan intensitas sedang setiap hari.

Jika anak Anda tidak dapat melakukan aktivitas fisik selama satu jam penuh, Anda dapat membagi waktunya. Opsi pertama adalah mencadangkan waktu latihan dalam dua sesi, masing-masing 30 menit per hari.

Jika anak masih belum mampu memenuhi durasi ini, bagilah latihan menjadi empat periode berbeda, masing-masing 15 menit sehari.

Ibu selalu dapat menyesuaikan aktivitas olahraga dengan usia, jenis kelamin, tahap perkembangan fisik, keadaan emosi, dan ketahanan fisik anak. Jangan pernah memaksa anak Anda untuk berolahraga sampai ia lelah.

Olahraga apa yang cocok untuk anak-anak?
Sebenarnya, ada banyak olahraga seru yang bisa dilakukan ibu dan si kecil di rumah. Waktu 60 menit yang dibutuhkan anak Anda untuk melakukan aktivitas fisik aktif tentu tidak akan terasa lengkap.

Apa saja jenis olahraganya? Berikut daftarnya:

1. Crab walk
Crab walk akan menjadi salah satu aktivitas olahraga yang sangat seru untuk anak Anda, Bunda! Dalam olahraga ini, anak Anda akan diminta menopang tubuhnya dengan dua tangan di belakang badan dengan lutut di depan dan terbuka.

Untuk meletakkan bayi Anda pada posisi kepiting yang benar, pertama-tama mintalah dia duduk di lantai dengan kaki diluruskan ke depan.

Kemudian, ajaklah anak untuk mendekatkan kedua tangannya ke belakang badan dan meletakkannya di lantai untuk menopang tubuhnya. Lala, minta anak melenturkan kedua lututnya.

Selanjutnya, ajak anak berlatih mengangkat bokong dan menahannya di udara selama 5 hingga 10 detik. Jika anak sudah bisa mengangkat pantatnya dan kuat menahannya di udara, mulailah mengajak anak berjalan melintasi ruangan ke kanan, kiri, maju, mundur, diagonal, dan seterusnya.

Bagi tubuh anak anda, olahraga ini dapat menguatkan batang tubuh dan lengan anak. Selain itu, crab walk juga akan merangsang saraf proprioseptor bayi, yaitu saraf yang bekerja menerima rangsangan dari tubuh, terutama yang merespon posisi dan gerakan.

Jika saraf proprioseptor terstimulasi dengan baik, maka sel-sel saraf di otak yang memfasilitasi perhatian dan kemampuan konsentrasi anak juga akan terstimulasi. Jadi bagi anak-anak yang mulai terlalu bersemangat dan hiperaktif, jalan-jalan dengan kepiting dapat membantu mereka menyalurkan energi yang tak terbatas dan kembali fokus.

2. Lompat Trampolin
Lompat trampolin pastinya sangat menyenangkan! Apalagi jika trampolin diletakkan di halaman rumah. Saat mereka menari dengan gembira, anak Anda akan merasakan angin sepoi-sepoi dan mendapat tambahan vitamin D jika mereka bermain antara jam 10 pagi dan 3 sore.

Selain mendapatkan vitamin D, bermain trampolin akan membantu anak Anda memiliki otot, kaki, punggung, dan bokong yang lebih kuat. Kemampuan anak Anda dalam menyeimbangkan tubuhnya juga akan meningkat saat bermain trampolin.

3. Sepeda Keseimbangan
Bu, yuk ajak anak bertualang di halaman belakang sambil mengendarai sepeda keseimbangan! Biarkan kaki anak Anda berjalan di lantai agar ototnya diperkuat dan kemampuan motorik kasarnya berkembang.

Selain menyenangkan, mengajak anak berolahraga sepeda keseimbangan sangat bermanfaat untuk melatih keseimbangan dan koordinasi anak. Anak Anda tidak akan memiliki kedua keterampilan ini saat menggunakan sepeda roda tiga atau sepeda olahraga.

Kedua jenis sepeda tersebut juga mengganggu kemampuan anak Anda dalam belajar mengendarai sepeda roda dua.

Olahraga ini sangat cocok untuk anak usia 2 hingga 5 tahun. Ingatlah untuk selalu memakai helm, bantalan siku dan lutut.

4. Balapan Skuter
Balapan skuter adalah cara yang menyenangkan untuk bergerak dan secara aktif melatih keseimbangan, koordinasi, dan ketangkasan anak Anda.

Ibu bisa mengajak anak berlatih bermain skuter di luar atau di rumah, sebelum nantinya melakukan lomba skuter bersama teman sebayanya atau anggota keluarga lainnya.

Agar permainan semakin seru, ibu bisa membuat berbagai macam rintangan dari pita, botol bekas, atau balok mini kerucut.

5. Senam
Olah raga lain yang bisa Anda coba latih bersama anak Anda adalah senam. Selain menyenangkan, olahraga ini akan melatih ketangkasan, kelenturan, kekuatan, keseimbangan, daya tahan dan ketepatan gerakan.

Siapkan teman bermain yang dapat menjadi bantal empuk dan nyaman bagi anak anda untuk berbalik, berbalik ke depan, mundur, melompat, mencium lutut dan gerakan senam lainnya. Agar kegiatan semakin seru dan semangat anak, bunda dapat memasang musik untuk mengiringi setiap gerakan akrobatik.

Jika tubuh ibu bugar dan lentur tentunya memberikan contoh langsung dan bermain dengan anak akan sangat menyenangkan.

Namun, jika Anda tidak sehat secara fisik, Anda dapat menonton video latihan dan biarkan anak Anda menjelaskan dengan tubuhnya apa yang dilihatnya.

Ibu sebaiknya terus mengawasi anak dan memberikan pertolongan segera jika ia berada dalam posisi yang dapat menyebabkan cedera.

6. Inline skate Inline skate juga sangat menyenangkan untuk membuat anak bergerak lebih aktif tanpa membuat mereka cepat lelah. Ibu dan buah hati bisa bermain di taman atau di lapangan yang permukaannya datar di sekitar rumah.

Jika anak sudah menguasai inline skating, ibu bisa mengajaknya berkompetisi dengan teman lainnya. Bunda bisa mengatur rintangan-rintangan kecil seperti membuat lintasan zigzag agar permainan semakin seru.

Inti dari inline skating adalah menyeimbangkan tubuh saat tubuh bergerak sehingga anak anda memiliki kontrol dan koordinasi yang lebih baik terhadap tubuhnya.

Selain itu, olahraga ini dapat memberikan daya tahan, kekuatan otot, ketahanan dan kelenturan tubuh pada anak Anda dibandingkan bersepeda atau lari.

Oh iya bu, pastikan anak memakai pelindung seluruh tubuh saat inline skating karena permainan ini akan membuat anak sering terjatuh. Kenakan pelindung siku, lutut, kepala dan gigi untuk menghindari cedera serius.

 

Baca Juga : Contoh Produk Digital Best Seller Saat Ini 

 

7. Berlari
Anak-anak suka berlari! Bunda bisa mengajak anak berlari-lari di taman, baik untuk lomba lari bersama teman-temannya atau sekadar bersenang-senang bersama ibu.

Balapan mengajarkan anak Anda tentang persaingan yang sehat dan menetapkan tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, saat berlari, anak Anda akan mengembangkan keterampilan motorik kasar, kekuatan punggung, daya tahan, dan koordinasi tubuh.

Saat bayi Anda berlari di atas rumput, Anda dapat membiarkan bayi Anda berjalan selangkah demi selangkah untuk meningkatkan perkembangan otak dan merangsang saraf yang terletak di telapak kaki bayi Anda.

8. Berenang
Berenang juga merupakan salah satu olahraga kardio menyenangkan yang tidak cepat melelahkan anak.

Kabar baiknya lagi ya bunda, jika rutin berenang dapat merangsang bayi tumbuh tinggi dan membantu meningkatkan kepekaan indra perabanya.

Kombinasi gerakan tangan dan kaki bayi juga merangsang bagian otak bernama corpus callosum yang berfungsi mengirimkan sinyal antara otak kanan dan otak kiri. Ketika sinyal terkirim dengan baik antar otak, kemampuan persepsi anak pun meningkat.

Oleh karena itu, kemampuan kognitif anak yang sering berenang akan meningkat. Jadi tentunya ya bunda, karena berenang menggunakan hampir seluruh otot di tubuhnya, maka otot bayi anda pun akan semakin kuat. Lain halnya dengan jantung dan paru-paru bayi Anda.

Baca juga: Manfaat permainan sensorik untuk anak dan ide permainan

9. Sepak Bola
Apakah Anda memiliki taman yang luas? Ayo ajak temanmu bermain sepak bola bersama. Seharusnya tidak 11 orang, Bu. Bermain sepak bola dalam kelompok kecil, terdiri dari 3 hingga 5 anak, juga seru banget lho!

Bu, dalam pertandingan sepak bola, otomatis anak Anda akan melakukan berbagai gerakan seperti berjalan, berlari, melompat, mengemudi dan menendang bola sambil berinteraksi dengan teman-temannya.

 

Baca Juga : Teknologi Peningkatan Performa dalam Olahraga 

 

Jadi, dalam olahraga ini, anak Anda tidak hanya akan mendapatkan tubuh yang sehat, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan koordinasi tubuh, kemampuan bekerja dalam kelompok, serta kemampuan konsentrasi dan ketekunan.

Iya bu, sepak bola juga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak yang berperan dalam pembentukan karakternya.

10. Bulu Tangkis
Selain menyehatkan tubuh, karena dapat memenuhi batas aktivitas minimal 60 menit sehari, bulu tangkis juga membantu anak Anda mengembangkan keterampilan motorik halus dan motorik kasar.

Dalam olah raga yang disebut juga bulu tangkis ini, anak Anda akan belajar menggenggam raket dengan baik sehingga alat tersebut dapat digunakan untuk membelokkan shuttlecock.

Nantinya, kemampuan memegang raket akan dipadukan dengan kemampuan anak dalam melihat dan mengukur kemana harus melangkah, sehingga olahraga ini membantu anak menampilkan koordinasi tangan dan mata.

Sementara itu, gerakan melompat, melompat, dan berlari membantu anak Anda meningkatkan keterampilan motorik kasarnya.

Dari segi perkembangan otak dikatakan bulutangkis dapat meningkatkan kemampuan mengatur emosi, fokus, konsentrasi dan daya ingat.